More About Me...

Hi, my name's Angga Respathy. This is my Official Blogger. So, let's enjoy my blog and thanx for coming and welcome to Angga Respathy - Official Blogger

Just a Few Poems ...

Berbagai kenangan telah berlalu . Seiring kenangan yang menyertai dia . Senyum, tawa riang, kesedihan, bahkan kekecewaan juga berlalu dan tertuang dalam kisah kita. Namun, kita mungkin tak pernah sadar ... Bahwa di antara kenangan-kenangan tersebut, ada satu rasa yang paling besar. Yaitu ...... Cinta ....

"Halloween" Kembalinya Mimpi Buruk Halloween

Pemain: Malcolm McDowell, Sheri Moon Zombie, Tyler Mane,

Scout Taylor-Compton, Daeg Faerch

Michael Myers (Daeg Faerch) tumbuh dalam keluarga yang berantakan. Di usia sepuluh tahun, Michael

sudah menampakkan gejala psikopat. Michael punya kegemaran menyiksa dan membunuh binatang, hobi yang akhirnya

menjadi mimpi buruk bagi seluruh penghuni kota kecil Haddonfield, tempat Michael tinggal.

Di malam Halloween, Michael kecil menghabisi nyawa kakak dan ayah tirinya. Ulah ini membuat Michael harus mendekam

di rumah sakit jiwa untuk waktu yang cukup panjang. Selama dalam rumah sakit, Michael berada dalam perawatan Dokter

Sam Loomis (Malcolm McDowell) yang akhirnya menyerah karena tak mampu menguak misteri kondisi

kejiwaan Michael.

Deborah (Sheri Moon Zombie), ibu Michael, yang merasa putus asa akhirnya mengambil jalan pintas,

bunuh diri, lantaran Michael membunuh seorang perawat saat ibunya mengunjungi Michael.

Enam belas tahun berlalu, namun Michael tak juga menunjukkan perubahan. Michael bahkan berhasil melarikan diri dari

rumah sakit saat akan dipindahkan ke penjara dengan keamanan ketat. Kini, setelah bertahun berada dalam kekangan,

Michael hanya punya satu tempat untuk dikunjungi: Haddonfield.

Film arahan sutradara Rob Zombie ini sebenarnya adalah remake dari film era 70-an dengan judul yang sama.

Namun untuk disebut sebuah remake mungkin kurang tepat karena Rob Zombie telah ‘menerjemahkan’ ulang film

ini menjadi sebuah film dengan ‘gaya’ Rob sendiri.

Sejak dirilis akhir Agustus 2007 lalu, film ini banyak menuai kritikan pedas dari para kritikus film lantaran tak

menawarkan sesuatu yang lebih baik dari film original-nya. Mungkin ini tidaklah terlalu mengejutkan bila

mengingat track record Rob Zombie yang sebelumnya juga melepas film-film dengan gaya yang tak jauh beda

dari film ini.

Salah satu beda yang menonjol bila dibanding dengan film original-nya adalah ‘penggalian’ motivasi Michael

yang dalam film sebelumnya tak terlalu banyak disinggung. Dalam film ini Rob seolah membuat tokoh Michael Myers jadi

lebih ’simpatik’ dalam artian bahwa latar belakang kejiwaan Michael timbul karena lingkungan yang mendorongnya

menjadi seorang pembunuh.

Sayangnya, ‘kedalaman’ karakter Michael ini tak banyak membantu alur cerita film secara keseluruhan. Bisa dibilang

film ini tak beda dengan film-film slasher lain seperti SCREAM atau I KNOW WHAT YOU DID LAST

SUMMER. Rob Zombie tak mampu memberikan unsur fear factor seperti yang ditawarkan film

original-nya. Alih-alih membuat penonton merasa ‘tegang’ karena menunggu apa yang akan terjadi, Rob malah

memberikan suguhan adegan gore yang membuat film ini jadi lebih terasa sebagai film yang mengumbar adegan

kekerasan dan darah ketimbang film yang menawarkan unsur thriller.

Dilihat dari kemampuan akting, ada dua nama yang menonjol dalam film ini: Malcolm McDowell yang

berperan sebagai Dr. Loomis dan Sheri Moon Zombie (istri Rob Zombie) yang memerankan ibu Michael

Myers. Sebenarnya bukan karena akting mereka yang benar-benar memukau, namun lebih karena hanya dua orang ini yang

kebagian naskah paling banyak. Sisanya sibuk berteriak ketakutan seperti dalam kebanyakan film slasher.

Jadi, bila Anda termasuk orang yang menganggap blood dan gore adalah hiburan, film ini akan

menjadi tontonan yang sangat menarik buat Anda. Jika tidak, Anda tak akan mendapat apa-apa dari film ini.

By Angga Respathy

Setia Untuk Cinta Atau Cinta Untuk Setia?


Inilah definisi tentang kesetiaan ...

*Kesetiaan itu tiada mengharap pamrih, setia itu bisa menerima pasangan apa adanya ...


*Ketika sebuah hubungan cinta dilandasi oleh kepercayaan, dan menerima keadaan apapun ... Jaga apa yang terjadi dalam hubungan itu... Disinilah kesetiaan diperlukan ...


*Kesetiaan adalah sebuah komitmen pribadi yang tidak perlu diucapkan... Namun, kesetiaan itu dilaksanakan ...

*Setia itu ...
Gak peduli langit runtuh ataupun kutub utara san selatan meleleh, tetapi tetap ada di samping orang yang kita sayangi ...

Narsis?

Hmm ...
Narsis?
Kalo bagi gue narsis itu normal dn wajar ...
Foto-foto depan kamera udah biasa ...
Udah bawaan kali ya ...
Hehehehe ...
 
http://www.flickr.com/photos/26981379@N07/sets/72157607118515194/